Total Pageviews

Powered by Blogger.

Thursday, October 23, 2014

Manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial


  •  Manusia sebagai makhluk individu
Dalam bahasa latin individu berasal dari kata Individium yang berarti yang tak terbagi, jadi merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Individu bukan berarti manusia sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dibagi-bagi melainkan sebagai kesatuan yang terbatas, yaitu sebagai manusia perorangan sehingga sering digunakan sebagai sebutan “orang, seorang” atau “manusia perorangan”.
Individu merupakan kesatuan aspek jasmani dan rohani. Dengan kemampuan rohaniahnya individu dapat berhubungan dan berfikir serta dengan pikirannya itu mengendalikan dan memimpin kesanggupan akali dan kesanggupan budi untuk mengatasi segala masalah dan kenyataan yang dialaminya.
Manusia sebagai mahluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani, unsur fisik dan psikis, unsur raga dan jiwa. Seseorang dikatakan sebagai manusia individu manakala unsur - unsur tersebut menyatu dalam dirinya . Jika unsur tersebut sudah tidak menyatu lagi maka seseorang tidak disebut lagi sebagai individu.
Dalam diri individu ada unsure jasmani dan rohani, atau ada unsur fisik dan psikisnya, atau ada unsur raga dan jiwanya. Bila seseorang hanya tinggal raga, fisik, atau jasmaninya saja maka dia tidak  dikatakan sebagai individu.
Jadi pengertian manusia sebagai mahluk individu mengandung arti bahwa unsur yang ada dalam diri individu tidak terbagi, merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Jadi sebutan individu hanya tepat bagi manusia yang memiliki keutuhan jasmani dan rohaninya, keutuhan fisik dan psikisnya, keutuhan raga dan jiwanya.

  • Manusia sebagai makhluk sosial
Menurut kodratnya manusia adalah mahluk sosial atau mahluk yang bermasyarakat, selain itu juga diberikan kelebihan yaitu berupa akal pikiran yang berkembang serta dapat  dikembangkan.  Dalam hubungannya dengan manusia sebagai mahluk social, manusia selalu hidup bersama diantara manusia lainnya. Dorongan masyarakat yang dibina sejak lahir akan selalu menampakan dirinya dalam berbagai bentuk, oleh karena itu dengan sendirinya manusia akan selalu bermasyarakat dalam kehidupannya.
Manusia dikatakan sebagai mahluk sosial, juga dikarenakan pada diri manusia ada dorongan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain. Ada kebutuhan sosial (social need) untuk hidup berkelompok dengan orang lain. Manusia memiliki kebutuhan untuk mencari kawan atau teman. Kebutuhan untuk berteman dengan orang lain, sering kali didasari atas kesamaan ciri atau kepentingannya masing-masing. Misalnya, orang kaya cenderung berteman lagi dengan orang kaya. Orang yang berprofesi sebagai artis, cenderung untuk mencari teman sesama artis lagi. Dengan demikian, akan terbentuk kelompok - kelompok sosial dalam masyarakat yang didasari oleh kesamaan ciri atau kepentingan.
Manusia dikatakan juga sebagai mahluk sosial, karena manusia tidak akan bisa hidup
sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah - tengah manusia. Ketika bayi lahir, ia memerlukan pertolongan manusia lainnya. Bayi sama sekali tidak berdaya ketika ia lahir, iatidak bisa mempertahankan hidupnya tanpa pertolongan orang lain. Berbeda dengan hewan, jerapah misalnya, ketika binatang ini lahir hanya dalam hitungan menit ia sudah bisa berdiri tegak dan berjalan mengikuti induknya. Kenapa hewan bisa mempertahankan hidupnya walaupun tanpa pertolongan hewan lainnya? Karena untuk mempertahankan hidupnya hewan dibekali dengan insting. Insting atau naluri adalah sesuatu yang dibawa sejak lahir, yang diperoleh bukan melalui proses belajar.
Manusia berbeda dengan hewan, untuk mempertankan hidupnya ia dibekali dengan akal. Insting yang dimiliki manusia sangat terbatas, ketika bayi lahir misalnya, ia hanya memiliki insting menangis. Bayi lapar maka ia menangis, kedinginan ia pun menangis, pipis ia pun menangis. Manusia memiliki potensi akal untuk mempertahankan hidupnya. Namun potensi yang ada dalam diri manusia itu hanya mungkin berkembang bila ia hidup dan belajar di tengah - tengah manusia. Untuk bisa berjalan saja, manusia harus belajar dari manusia lainnya. Tanpa bantuan manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain, manusia bisa makan menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya.

Fungsi dan peran Manusia Sebagai Makhluk Individu dan Makhluk Sosial (terjadinya interaksi sosial )
1.Manusia sebagai makhluk individu
2.Manusia sebagai makhluk sosial
3.Manusia sebagai makhluk berketuhanan
Untuk mengemban ketiga fungsi, identitas dan peranan sosial tersebut manusia mempunyai dorongan atau motif untuk mengadakan hubungan dengan dirinya sendiri, dengan orang lain dan dengan tuhannya. Hal inilah yang mendasari terjadinya interaksi antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya.
Beberapa pengertian manusia makhluk sosial menurut para ahli ;

DR. JOHHANES GARANG
Manusia sosial adalah makhluk berkelompok tidak mampu hidup sendiri.

NANA SUPRIATNA
Makhluk sosial adalah makhluk yang memiliki kecenderungan menyukai dan membutuhkan kehadiran sesamanya sebagai kebutuhan dasar yang disebut kebutuhan sosial (social needs).

WALUYO
Makhluk sosial adalah makhluk yang selalu berinteraksi dengan sesamanya. Saling membutuhkan satu sama lain.

ARISTOTELES
Makhluk sosial merupakan zoon politicon, yang berarti manusia di kodratkan untuk hidup bermasyarakat dan berinteraksi satu sama lain.

MOMON SUDARMA
Makhluk sosial merupakan makhluk yang dalam keseharinnya sangat membutuhkan peran yang lainnya.

MUHHAMAD ZUHRI
Makhluk sosial adalah makhluk yang tidak akan sanggup hidup selalu bergantung pada orang lain dan apa yang dibutuhkannya dalam hidup juga dibutuhkan pada orang lain.

DELIARNOV
Makhluk sosial  adalah makhluk yang mustahil dapat hidup sendiri serta membutuhkan sesamanya dalam melakukan akhitivitas sehari-hari.

LITURGIS
Makhluk sosial merupakan makhluk yang saling berhubungan satu sama lain serta tidak dapat melepaskan diri dari hidup bersama.

Sumber referensi : Group English Department.2011. Ilmu Sosial Dasar dan Budaya. Jakarta. (google)

Sunday, April 20, 2014

Phrase of Tourism



Meaning of tourism



Theory I

Tourism is one of a new kind of industry that is capable of accelerating economic growth and job creation , increase in income , living standards and stimulate other productive sectors . Furthermore , as a complex sector , tourism industries also realize classics such as handicraft industries and souvenirs , lodging and transportation .

Source:  ( Salah  Wahab )

Theory II

Tourism is a journey that is done for a while, which was held from one place to another leaving the original position , with a plan and with the intent not to try or make a living in the places visited , but simply to enjoy leisure activities and pertamsyaan or to meet the diverse desires .

Source: ( Richard Sihite ) in Marpaung and Bahar

Theory III

Tourism is an activity journey for recreation  . Usually communities visited tourist places of interest , ranging from mountains , beaches , cities, etc. . Modern man  now tourism as principal needs after busy work life . Moreover, supported by a growing number of transport fleets and which offered an attractive price with a certain destination make communities more vibrant in recreation .

Source: http://carapedia.com

Theory IV

Tourism or tourism is a journey made for recreation or vacation , as well as preparations are made for this activity . A tourist or a tourist is someone who travels at least as far as 80 km (50 miles) from his home with recreational purposes , is the definition by the World Tourism Organization

Source: (http://id.wikipedia.org/wiki/Pariwisata)

Conclusion : Tourism is a relaxing activity that  to take a load off  for a moment and gather with family in order to create a pleasant atmosphere and can also relax and learn from somewhere.


"let's tourism while learning!" maybe that's a little phrase that would be fit about the tourism.

Phrase of Tourism



Meaning of tourism



Theory I

Tourism is one of a new kind of industry that is capable of accelerating economic growth and job creation , increase in income , living standards and stimulate other productive sectors . Furthermore , as a complex sector , tourism industries also realize classics such as handicraft industries and souvenirs , lodging and transportation .

Source:  ( Salah  Wahab )

Theory II

Tourism is a journey that is done for a while, which was held from one place to another leaving the original position , with a plan and with the intent not to try or make a living in the places visited , but simply to enjoy leisure activities and pertamsyaan or to meet the diverse desires .

Source: ( Richard Sihite ) in Marpaung and Bahar

Theory III

Tourism is an activity journey for recreation  . Usually communities visited tourist places of interest , ranging from mountains , beaches , cities, etc. . Modern man  now tourism as principal needs after busy work life . Moreover, supported by a growing number of transport fleets and which offered an attractive price with a certain destination make communities more vibrant in recreation .

Source: http://carapedia.com

Theory IV

Tourism or tourism is a journey made for recreation or vacation , as well as preparations are made for this activity . A tourist or a tourist is someone who travels at least as far as 80 km (50 miles) from his home with recreational purposes , is the definition by the World Tourism Organization

Source: (http://id.wikipedia.org/wiki/Pariwisata)

Conclusion : Tourism is a relaxing activity that  to take a load off  for a moment and gather with family in order to create a pleasant atmosphere and can also relax and learn from somewhere.


"let's tourism while learning!" maybe that's a little phrase that would be fit about the tourism.

Saturday, March 29, 2014

Tourism



Meaning of tourism



Theory I

Tourism is one of a new kind of industry that is capable of accelerating economic growth and job creation , increase in income , living standards and stimulate other productive sectors . Furthermore , as a complex sector , tourism industries also realize classics such as handicraft industries and souvenirs , lodging and transportation .

Source:  ( Salah  Wahab )

Theory II

Tourism is a journey that is done for a while, which was held from one place to another leaving the original position , with a plan and with the intent not to try or make a living in the places visited , but simply to enjoy leisure activities and pertamsyaan or to meet the diverse desires .

Source: ( Richard Sihite ) in Marpaung and Bahar

Theory III

Tourism is an activity journey for recreation  . Usually communities visited tourist places of interest , ranging from mountains , beaches , cities, etc. . Modern man  now tourism as principal needs after busy work life . Moreover, supported by a growing number of transport fleets and which offered an attractive price with a certain destination make communities more vibrant in recreation .

Source: http://carapedia.com

Theory IV

Tourism or tourism is a journey made for recreation or vacation , as well as preparations are made for this activity . A tourist or a tourist is someone who travels at least as far as 80 km (50 miles) from his home with recreational purposes , is the definition by the World Tourism Organization

Source: (http://id.wikipedia.org/wiki/Pariwisata)

Conclusion : Tourism is a relaxing activity that  to take a load off  for a moment and gather with family in order to create a pleasant atmosphere and can also relax and learn from somewhere.



The news of tourism



Tourism is travel for recreational, leisure or business purposes. The World Tourism Organization defines tourists as people who "travel to and stay in places outside their usual environment for more than twenty-four (24) hours and not more than one consecutive year for leisure, business and other purposes not related to the exercise of an activity remunerated from within the place visited.
            Tourism has become a popular global leisure activity. In 2008, there were over 922 million international tourist arrivals, with a growth of 1.9% as compared to 2007. International tourism receipts grew to
US$944 billion (euro 642 billion) in 2008, corresponding to an increase in real terms of 1.8%.
           As a result of the
late-2000s recession, international travel demand suffered a strong slowdown beginning in June 2008, with growth in international tourism arrivals worldwide falling to 2% during the boreal summer months.
This negative trend intensified during 2009, exacerbated in some countries due to the outbreak of the
H1N1 influenza virus, resulting in a worldwide decline of 4% in 2009 to 880 million international tourists arrivals, and an estimated 6% decline in international tourism receipts.
           Tourism is vital for many countries, such as
Egypt, Greece, Lebanon, Spain, Malaysia and Thailand, and many island nations, such as The Bahamas, Fiji, Maldives, Philippines and the Seychelles, due to the large intake of money for businesses with their goods and services and the opportunity for employment in the service industries associated with tourism. These service industries include transportation services, such as airlines, cruise ships and taxicabs, hospitality services, such as accommodations, including hotels and resorts, and entertainment venues, such as amusement parks, casinos, shopping malls, music venues and theatres.

Sunday, December 8, 2013

IKLAN

 

video ini adalah buatan atau karya saya sendiri dan di buat melalui aplikasi avs video editor tetapi saya belum bisa meng-crack aplikasi tersebut sehingga muncul link atau catatan dari aplikasi itu sendiri. Jad, yg ingin tau atau yg sudah tau, berikan komentar  untuk saya. terimakasih :)

Friday, November 1, 2013

Pengertian Bahasa Iklan dan Jenis - Jenis Iklan



Bahasa Iklan
Kata iklan (advertising) berasal dari bahasa Yunani, yang artinya adalah menggiring orang pada gagasan. Adapun pengertian iklan secara komprehensif adalah semua bentuk aktivitas untuk menghadirkan dan mempromosikan ide, barang, atau jasa secara nonpersonal yang dibayar oleh sponsor tertentu.
Secara umum, iklan berwujud penyajian informasi nonpersonal tentang suatu produk, merek, perusahaan, atau took yang dijalankan dengan konpensasi biaya tertentu. Dengan demikian, iklan merupakan suatu proses komunikasi yang bertujuan untuk membujuk dan menggiring orang untuk menganbil tindakan yang menguntungkan bagi pihak pembuat iklan.
Iklan yang memiliki daya tarik termasuk iklan yang berguna untuk memancing tanggapan (respons) dari konsumen. Supaya berdaya tarik maka materi iklan diterjemahkan dalam eksekusi iklan. Dalam hal ini, kategori yang dipakai rasional dan emosional, atau kombinasi keduanya.
Sebuah produk atau jasa wajib memposisikan diri untuk menempatkan citra produk atau jasa ke dalam benak konsumen. Untuk itu, hal-hal spesifik yang perlu mendapatkan perhatian, antara lain, atribut, harga, kualitas, penggunaan, persepsi pemakai, dan kategori produk. Yang tak kalah pentingnya adalah mencari dan menempatkan posisi khusus dalam pikiran konsumen.
Bahasa dalam iklan dituntut untuk mampu menggugah, manarik, mengidentifikasi, manggalang kebersamaan, dan mengkomunikasikan pesan dengan koperatif kepada khalayak (Stan Rapp & Tom Collins, 1995: 152).
Dengan demikian, struktur kata dalam penulisan iklan adalah :
  1. Menggugah : mencermati kebutuhan konsumen, memberikan solusi, dan memberikan perhatian.
  2. Informatif : kata-katanya harus jelas, besahabat, komunikatif, dan tidak bertele-tele apalagi sampai mengabaikan durasi penayangan.
  3. Persuasif : rangkaian kalimatnya membuat target audience nyaman, senang, tentran, dan menghibur.
  4. Bertenaga gerak : komposisi kata-katanya menghargai waktu selama masa penawaran/masa promosi berlangsung.
Untuk menyampaikan gagasan pikiran tersebut dalam suatu bahasa, seorang penulis iklan harus mengetahui aturan-bahasa tersebut, seperti tata bahasa, kaidah-kaidahnya, idiom-idiomnya, nuansa atau konotasi sebuah kata, dan sebagainya. Syarat ini adalah syarat yang mutlak.
Gaya bahasa dan jenis kata dalam iklan yang dibuat untuk surat kabar tentu berbeda dengan iklan yang dibuat untuk ditayangkan di radio atau televisi. Sebab surat kabar mementingkan mata dan dapat diamati orang dengan lama. Sementara radio mementingkan telinga dan televise memeningkan mata dan telinga. Kedua yang terakhir ini bersifat sekelebat.
Selain itu, bahasa yang dipakai dalam pembuatan iklan harus mampu mengarahkan target audience untuk membeli, menggunakan, atau beralih ke produk jasa yang diiklankan. Tentu saja, perlu juga diperhatikan apakah produk yang diiklankan baru ataukah sudah lama. Gaya dan jenis bahasa yang dipakai pun harus sesuai dengan target audience.
Dalam kaitan dengan kebahasaan, ternyata ada dua jenis bahasa yang harus dibedakan. Kedua jenis bahasa itu berkaitan dengan bahasa normatif dan bahasa deskriptif. Kedua jenis bahasa ini ternyata juga memiliki serbaneka laras bahasa komunikasi. Oleh karena itu, serbaneka laras bahasa komunikasi perlu mendapat perhatian, seperti laras jurnalistik, laras SMS (surat-menyurat singkat, seperti EGP: emang gue pikirin, KDL: kesian deh lo, BKT: bau ketek, dan !@*?(^^|$: bingung), laras iklan (aku dan kau suka dancow), laras prokem dan gaul (nyokap, bokap, dugem).
Di samping laras bahasa yang wajib mendapat perhatian, ada pedoman kebahasaan yang digunakan untuk bahasa iklan, seperti:
gampang dipahami konsumen :
  1. gampang dipahami konsumen;
  2. sederhana bahasanya dan jernih pengutaraannya
  3. tanpa kalimat majemuk;
  4. kalimatnya aktif, bukan kalimat pasif;
  5. padat dan kuat bahasanya;
  6. positif bahasanya, bukan bahasa negative
Untuk menulis naskah dengan menggunakan bahasa Indonesia, mereka harus menguasai EYD. Agar maknanya dapat ditangkap oleh target audience. Bahasa mesti menyimpan makna ketika kita ungkapkan pada orang lain, agar mereka memahami apa yang kita ungkapkan tersebut. Bahasa yang informatif, menerangkan 5W+1H secara jelas dan singkat sesuai dengan hal yang akan di-iklankan nanti.
Pada umumnya bahasa iklan memiliki prinsip sebagai berikut :
  1. Iklan isi pernyataannya jujur, bertanggung jawab dan tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku.
  2. Iklan isi pernyataannya jauh dari unsure menyinggung perasaan dan merendahkan martabat negara,agama, susila, adat, budaya, suku dan golongan.
  3. Iklan isi pernyataannya menjiwai asas persaingan yang sehat. 
 
Jenis - Jenis Iklan

Bitter (1986) membagi iklan menjadi dua jenis, yaitu iklan standar dan iklan layanan masyarakat. Iklan standar atau biasa disebut iklan komersil adalah iklan yang ditata secara khusus untuk keperluan memperkenalkan barang, jasa, pelayanan untuk konsumen melalui media periklanan. Tujuan iklan standar adalah untuk mendapatkan keuntungan-keuntungan ekonomi. Kategori yang kedua adalah iklan layanan masyarakat, yaitu iklan yang bersifat non-profit. Iklan ini berupaya mencari keuntungan yang bersifat sosial, bukan keuntungan komersial secara langsung. Tujuan dari iklan ini adalah membentuk citra baik di tengah masyarakat.
Selain itu, ada jenis iklan yaitu Corporate Advertising. Iklan yang bertujuan membangun citra suatu perusahaan yang pada akhirnya diharapkan juga membangun citra positif produk-produk atau jasa yang diproduksi oleh perusahaan tersebut. Iklan Corporate sering kali berbicara tentang nilai-nilai warisan perusahaan, komitmen perusahaan kepada pengawasan mutu, peluncuran merek dagang atau logo perusahaan yang baru atau mengkomunikasikan kepedulian perusahaan terhadap lingkungan sekitar. (pengantarperiklanan.blogspot.com) 
Alo Liliweri (1992) mempunyai pendapat sendiri tentang pembagian jenis-jenis iklan. Ia membaginya dalam dua kelompok besar, yaitu pembagian secara umum dan pembagian secara khusus.

Pembagian Iklan Secara Umum

  • Iklan Tanggung Jawab Sosial
Yaitu iklan yang bertujuan untuk menyebarkan pesan yang bersifat informatif, penerangan, pendidikan agar membentuk sikap warga sehingga mereka bertanggung jawab terhadap masalah sosial dan kemasyarakatan tertentu. Misalnya iklan anjuran dan iklan penggambaran sosial. 
  • Iklan Bantahan
Yaitu iklan yang digunakan untuk membantah atau melawan atas sesuatu isu yang merugikan dan memperbaiki citra seseorang, perusahaan atau merek yang tercemar akibat informasi yang tidak benar.
  • Iklan Pembelaan
Iklan ini merupakan ‘lawan’ dari iklan bantahan. Bila iklan bantahan si pengiklan berada pada posisi membantah, maka dalam iklan pembelaan, komunikator justru berada dalam posisi membela komunikator. Contoh yang biasanya ditemunkan tentang iklan jenis ini adalah iklan yang terkait dengan hak paten. 
  • Iklan Perbaikan
Yaitu iklan untuk memperbaiki pesan-pesan tentang sesuatu hal yang terlanjur salah dan disebarluaskan melalui media. Istilah lain iklan ini adalah iklan ralat atau iklan pembetulan. Iklan ini bertujuan untuk meralat informasi yang salah, sehingga publik tetap mendapatkan informasi yang benar. Sisi negatif iklan ini adalah dengan menyampaikan iklan perbaikan, terkesan bahwa pengiklan tidak cermat dalam perencanaan tentang sesuatu, sehingga kredibilitas pengiklan akan turun. 
  • Iklan Keluarga
Yaitu iklan dimana isi pesan-pesannya merupakan sebuah pemberitahuan dari pengiklan tentang terjadinya suatu peristiwa kekeluargaan kepada keluarga/khalayak lainnya. Contoh iklan ini adalah iklan tentang kematian, pernikahan, wisuda, dan lain-lain. 

Pembagian Iklan Secara Khusus 
Berdasarkan Media yang Digunakan
Secara umum pembagian iklan berdasarkan media yang digunakan terbagi dua, yaitu iklan above the line dan iklan below the line.
Iklan media above the line adalah media yang bersifat massa. Yang termasuk media-media below the line adalah: leaflet, poster, spanduk, baliho, bus panel, bus stop, point of purchase (POP), sticker, shop sign, flayers, display, dan lain-lain.
Selain berdasarkan kategori umum, iklan juga dibagi dalam kategori khusus berdasarkan jenis media yang dipakai. Berdasarkan media yang digunakan, iklan dapat dibagi dalam beberapa jenis, yaitu sebagai berikut: 
  • Iklan Cetak
Yaitu iklan yang dibuat dan dipasang dengan menggunakan teknik cetak, baik cetak dengan teknologi sederhana maupun teknologi tinggi. Beberapa bentuk iklan cetak yaitu: iklan cetak surat kabar, ikaln cetak baliho, iklan cetak poster, iklan spanduk, dan lain-lain.
  •   Iklan Baris
Iklan ini disebut dengan iklan baris karena pesan yang dibuat hanya terdiri dari beberapa baris kata/kalimat saja dan biaya yang dikenakan dihitung perbaris, dan harganya relatif murah. Biasanya iklan baris ini tidak lebih dari 3-4 baris dengan luas tidak lebih dari satu kolom. Bahasa yang digunakan dalam iklan baris umumnya singkat, penuh makna, dan sangat sederhana.
  •    Iklan Kolom
Iklam kolom memiliki lebar stu kolom, namun lebih tinggi dibanding iklan baris. Selain pesan verbal tertulis, dimungkinkan ula pesan nonverbal sebagai ilustrasi gambar, simbol, lambang maupun tanda-tanda visual lainnya walu tidak terlalu bervariasi dan sangat terbatas. Contoh iklan ucapan selamat, duka cita, menawarkan barang dan jasa, pendidikan, panggilan (terhadap seseorang, lelang, dsb), peringatan (dagang paten, dsb), undangan terbuka, serta lowongan kerja. 
  • Iklan Advertorial
Iklan yang berkesa sebagai sebuah berita. Dalam tatarama periklanan Indonesia, iklan dengan teknik ini diharuskan diberi keterangan “advertorial” atau “iklan” untuk membedakannya dengan berita.Isi pesan advertorial ini sangat beragam antara lain: iklan layanan pengobatan alternatif, kesehatan, jasa penyelenggaraan even, wisata, nstitutonal advertising, dan sebagainya.
  • Iklan Display
Lebih luas dari iklan klom sehingga dapat mendisplay (memperlihatkan) ilustrasi berupa gambar-gambar baik foto maupun grafis dalam ukuran yang lebih besar disampng pesan verbal tertulis Umumnya digunakan oleh organisasi baik bisnis maupun sosial. Misalnya iklan penjualan barang maupun jasa, ucapan selamat, dsb.
  • Iklan Radio
Iklan yang dipasang melalui media radio. Iklan radio memiliki karakteristik yang khas yaitu hanya dapat didengar melelui audio (suara) saja yang merupakan perpaduan dar kata-kata (voice), musik dan sound effect.
  • Iklan Televisi
Televisi merupakan salah satu media yang terasuk dalm kategori above the line iklan televisi mengandun unsu suara, gambar dan gerak. 

Berdasarkan Tujuan
  •  Iklan Komersial
Disebut pula iklan bisnis bertujuan untuk mendapatkan keuntungan ekonomi, peningkatan penjualan dimana sasaran pesan yang dituju adalah untuk seseorang atau lembaga yang akan mengolah dan atau menjual produk yang diiklankan tersebut kepada konsumen akhir. Iklan komersial dapat dibagi dalam tiga jenis iklan, yaitu iklan untuk konsumen, untuk bisnis dan iklan untuk pofesional. 
  • Iklan Non Komersial( Iklan Layanan Masyarakat)
Iklan yang digunakan untuk menyampaikan informasi, mempersuasi atau menidik khalayak dimana tujuan akhir bukan keuntungan ekonomi melainkan keuntungan sosial.


Dan kesimpulan dari apa yang saya telah tulis dan jelaskan diatas adalah :
Bahasa Iklan
Bahasa iklan sangat berpengaruh terhadap aspek iklan manapun dan bahkan pula dalam kehidupan sehari - hari membutuhkan kata-kata yang sederhana tertapi bisa mengambil banyak simpati orang lain atau lawan biacara kita, dan juga pula dapat disimpulkan bahasa iklan yang disertakan gambar lebih dapat menarik peminat pembaca dengan menginterperstasikan bahasa iklan tersebut yang disesuaikan dengan jenis-jenis iklan yang akan dipublikasikan kepada khalayak umum.

Jenis - Jenis Iklan
Walaupun banyak jenis - jenis iklan di berbagai konsep itu sendiri, tetapi jenis - jenis iklan tersebut pun tetap mempunyai satu syarat yaitu dengan menggunakan bahasa iklan yang baik sesuai dengan apa yang telah ditetapkan agar konsumen atau lawan bicara tertarik dan merasa simpatik dengan apa yang kita iklan kan.

Dan post ini telah di kutip dari bebrapa sumber - sumber yang mencakup tentang per-iklanan yaitu:
Arikuntoro, Surahimi.1993. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta. (google)
Septian, Ade.2013. jenis-jenis iklan. Jakarta. (google)
 Ninda, Elissa.2013. bahasa iklan. Jakarta. (google)

     

 

Blogger news

Dancing Banana Baby

Blogroll